Community Info
  • header
    e-Learning Blog
  • CEO e-Learning Blog
    Community Login
  • Login Description
    Please enter your user ID and password here:
  • Login Box
    User ID :
    Password :
     
    Events
  • Event List
  • Calendar
         April 2010     
    Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
        123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    252627282930 
           
    Clock
  • what's time is it ?
    Jardiknas, Program Ambisius dari Pemerintah Indonesia
  • Sekilas Mengenai Jardiknas

     

    Information and Communication Technology (ICT) Pendidikan Nasional

        * Integrasi ICT dalam pembelajaran.

        * Pemanfaatan ICT dalam pengelolaan manajemen pendidikan.

        * Pemanfaatan ICT dalam berbagai kegiatan pendidikan.

     

    Manfaat ICT pada Pendidikan Nasional

        * Peningkatan kecepatan layanan informasi yang integral, interaktif, lengkap, akurat dan mudah didapat.

        * Memberikan pelayanan data dan informasi pendidikan secara terpadu.

        * Menciptakan budaya transparan dan akuntabel.

        * Merupakan media promosi pendidikan yang handal.

        * Meningkatkan komunikasi dan interaksi baik secara lokal maupun internasional.

        * Mengakses berbagai bahan ajar dari seluruh dunia, dan

        * Meningkatkan efisiensi dari berbagai kegiatan pendidikan.

     

    Jejaring Pendidikan Nasional (JARDIKNAS)

        * JARDIKNAS merupakan Wide Area Network (WAN) Pendidikan skala Nasional

        * JARDIKNAS terdiri dari 4 zona jaringan, meliputi:

              o JARDIKNAS Kantor Dinas/Insitusi (DiknasNet)

              o JARDIKNAS Perguruan Tinggi (INHERENT)

              o JARDIKNAS Sekolah (SchoolNet)

              o JARDIKNAS Guru dan Siswa (TeacherNet and StudentNet)Jardiknas

     

    Fungsi dan Pemanfaatan JARDIKNAS

        * JARDIKNAS Kantor Dinas/Institusi

              o Transaksi data online SIM Pendidikan

        * JARDIKNAS Perguruan Tinggi

              o Riset dan Pengembangan IPTEKS

        * JARDIKNAS Sekolah

              o Akses Informasi dan e-Learning

        * JARDIKNAS Guru dan Siswa

              o Akses informasi dan interaksi komunitas

     

    Titik Koneksi Jardiknas Saat Ini:

        * Depdiknas Senayan Jakarta

        * 33 Kantor Dinas Pendidikan Propinsi

        * 441 Kantor Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten

        * 30 LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan)

        * 10 SKB

        * 5 BPPLSP (Balai Pendidikan dan Pelatihan Luar Sekolah dan Pemuda)

        * 12 P4TK (Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan)

        * 32 Perguruan Tinggi Negeri (INHERENT)

        * 38 Universitas/Poli Pendidikan Jarak Jauh Program D3-TKJ

        * 17 Balai Bahasa

        * 5 Kantor Bahasa

        * 36 UPBJJ-UT (Unit Pendidikan Belajar Jarak Jauh – Universitas Terbuka)

        * 17 Balai Teknologi Komunikasi

        * 50 Dinas Kab/Kota

        * 13 ICT Center Sister PJJ D3TKJ

        * 5 Universitas PJJ PGSD & S2 Perencanaan

        * 21 Unit Kerja Depdiknas Pusat

        * > 6500 sekolah se Indonesia

     

    Jardiknas, refleksi tidak adanya arah pendidikan nasional

     

    Sekilas memang tampak keren dan wah program pemerintah yang satu ini, akan tetapi sebenarnya ada beberapa hal yang sangat mengganjal pemikiran saya akhir - akhir ini mengenai program tersebut. Program tersebut dirancang untuk membuat proses mendapatkan informasi oleh para siswa maupun guru seputar bahan belajar menjadi mudah. Hal itu karena program tersebut menggunakan teknologi internet sebagai andalannya. Akan tetapi apakah benar capaian pendidikan kita yang hanya segitunya itu adalah akibat dari tidak adanya teknologi seperti itu? Apakah benar bila teknologi tersebut diterapkan di sekolah - sekolah di seluruh Indonesia akan membuat siswa - siswa dan juga para guru menjadi lebih pandai dan luas wawasannya? Jawabannya bisa jadi ya bisa jadi juga tidak.

     

    Perlu kita pahami terlebih dahulu bahwa teknologi adalah salah satu indikasi dari berhasilnya dunia pendidikan suatu negara. Dengan baiknya sistem pendidikan suatu negara, ditambah lagi dengan baiknya para pelaksananya, mulai dari gurunya sampai departemen pendidikannya, maka akan menghasilkan output yang baik pula. Bila semuanya berjalan dengan baik tentu akan menghasilkan output sesuai dengan yang diinginkan.

     

    Tetapi tampaknya hal ini sama sekali tidak disadari oleh para perumus kebijakan. Penggunaan teknologi seperti itu hanya akan menjamin bahwa mereka dapat menggunakannya saja, tetapi belum tentu mereka dapat menghasilkan sesuatu dari teknologi tersebut. Fasilitas tentu merupakan satu hal yang harus ada dalam dunia pendidikan kita. Akan tetapi fasilitas yang mewah sekalipun tanpa adanya sistem dan orang - orang yang baik hanyalah tinggal fasilitas semata.

     

    Misalnya saja kita ambil sampel MIT (Masachuset Institute of Technology) yang bisa dikatakan memiliki fasilitas paling lengkap untuk ukuran sebuah institute teknologi di dunia. Nah sekarang coba bayangkan apabila Indonesia mengimpor institute tersebut seluruh fasilitasnya, mulai dari desain gedungnya sampai dengan fasilitas IT nya. Nah pertanyaan selanjutnya adalah, apakah dengan begitu lantas indonesia jadi punya universitas nomor satu di dunia? Jawabannya tentu saja tidak!

     

    Paling institute yang diimpor dari USA tersebut hanya akan bertahan selama beberapa tahun saja. Selanjutnya institute tersebut akan berakhir seperti ITB yang terseok - seok di peringkat 700 an dunia. Ini semua memang sangat bisa diprediksi mengingat Indonesia memang tidak punya arah yang jelas dalam hal pendidikan. Bagaimana mungkin pendidikan di Indonesia bisa maju bila tidak mempunyai arah yang jelas.

     

    Anak Miskin

     

    Bagaimana seharusnya?

     

    Agar pendidikan di Indonesia bisa maju paling tidak ada beberapa hal yang harus dikerjakan agar akar masalahnya bisa diselesaikan.

     

    1. Pendidikan non sekuler. Sistem pendidikan yang sekuler, hanya akan membuat generasi penerus menjadi ilmuwan - ilmuwan dan juga para akademisi yang menyembah ilmunya masing - masing. Bila hal ini telah terjadi, paling tidak akan terjadi yang namanya kerusakan sosial sebab masyarakat akan dipenuhi dengan orang - orang ateis yang membolehkan apa saja selama hal itu bermanfaat menurut kacamata mereka. Hasil nyatanya adalah kondisi yang dialami oleh bangsa ini dan juga umat Islam pada umumnya. Mereka memang mengaku masih memiliki tuhan, tetapi itu hanya di masjid - masjid saja. Selebihnya, mereka bertanya pada tuhan - tuhan mereka yang berupa ilmu pengetahuan, uang dll dalam menyelesaikan problem kehidupan mereka. Keterjajahan umat Islam dan juga kehinaan yang dialami saat ini, juga tidak lepas dari hal ini. Umat Islam tidak lagi bertanya  kepada agama mereka, kepada kitab mereka, kepada hadist Rasulnya… akibatnya mereka justru mengalami kemunduran yang  luar biasa belum pernah dialami oleh umat - umat sebelumnya.
    2. Pendidikan Gratis. Salah satu hal yang akan menjamin majunya pendidikan suatu negara adalah ketersediaan pendidikan secara gratis oleh negara. Tanpa adanya jaminan ini, maka mustahil suatu bangsa atau negara akan memiliki kemajuan dalam hal pengetahuan dan teknologi. Coba saja tengok ke lapangan, masih sangat banyak sekali orang - orang yang tidak dapat mengenyam pendidikan secara layak. Bahkan bisa dikatakan bahwa orang yang diterima di PTN sekarang itu bukanlah orang - orang yang memang terbaik, tetapi orang - orang yang mampu membayar biaya SPPnya. Lalu kalau sudah begitu, mau maju darimana bila untuk mengakses pendidikan saja susah dan tidak terjangkau.

     

    Kaitan ini semua dengan Jardiknas yang diluncurkan pemerintah adalah adanya ketidak sinkronan antara akar masalah dan juga solusi yang diterapkan. Bila pendidikan di Indonesia ingin maju, setidak - setidaknya pemerintah harus memperbaiki dua hal yaitu kurikulumnya dan juga jaminan pendidikan gratis bagi semua pihak. Kenapa pemerintah justru sibuk memberikan fasilitas internet kepada sekolah - sekolah bila dibandingkan dengan program pendidikan gratis bagi semua. Kenapa tidak digratiskan saja dulu biaya pendidikannya? Saya yakin bahwa pasti banyak rakyat yang setuju bila pendidikan itu digratiskan terlebih dahulu sebelum diberi fasilitas - fasilitas seperti itu.

    Bila pendidikan kita maju, tentu teknologi adalah salah satu poin yang akan dihasilkan, bukan bersifat sebaliknya, bila kita menggunakan teknologi yang maju, pendidikan kita akan maju. Wallahu a’lam bisshowwab.

     

    Dikutip dari: http://wisnusudibjo.wordpress.com